Breaking News

PENINDAKAN PELAKU USAHA CAFE KARENA TIDAK MEMATUHI PROTOKOL KESEHATAN

Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 melakukan penindakan dan pendisiplinan terhadap pelaku usaha cafe yang tidak mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah Kota Palangka Raya sesuai dengan Surat Keputusan Peraturan Walikota Nomor 26 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam rangka percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID 19) dan pemulihan ekonomi di Kota Palangka Raya.

Petugas memberikan peringatan tertulis kepada pengelola di salah satu cafe yang ada di Kota Palangka Raya (Dok. Pol PP/2020)

Pada Operasi Yustisi (sabtu/31/10/2020) malam, petugas melakukan penindakan terhadap cafe-cafe yang tidak mengikuti protokol kesehatan, dari sekian banyak cafe, ada tiga tempat yang di tindak karena sudah diberikan teguran berkali-kali baik lisan maupun tertulis  sedangkan sisanya hanya diberikan peringatan dan teguran tertulis saja.

Perwali Nomor 26 tahun 2020 pasal 8 ayat 8 berbunyi : Setiap pemilik/pengelola/penanggung jawab yang melanggar ketentuan dan melakukan pembiaran terhadap pelanggaran ketentuan protokol kesehatan di kegiatan ekonomi berupa toko, pasar modern dan pasar tradisional, apotek dan toko obat, warnet, game center, warung makan, rumah makan, cafe dan restoran, perhotelan/penginapan lainnya dan pedagang kaki lima/lapak jajanan diberikan sanksi berupa :

  1. Teguran tertulis;
  2. Pencabutan izin beroperasi;
  3. Rekomendasi pencabutan izin
  4. Penutupan atau pembubaran kegiatan, dan/atau
  5. Denda administratif sebesar Rp. 5.000.000,00 (lima juta rupiah).

Penanggung jawab/pengelola cafe yang membayar denda administratif karena melakukan pembiaran pelanggaran protokol kesehatan (Dok. Pol PP/2020).

Komentar