Breaking News

KURANGNYA KESADARAN MASYARAKAT KOTA PALANGKA RAYA TERHADAP BAHAYA PENULARAN CORONA VIRUS DISEASE ( COVID-19)

Kurangnya kesadaran masyarakat Kota Palangka Raya terhadap bahaya dari corona virus disease (COVID-19) yang sampai sekarang ini jumlah penderitanya semakin hari semakin meningkat, padahal dari satgas terpadu telah melakukan sosialisasi, memberikan himbauan dan edukasi kepada masyarakat agar dapat mematuhi serta melaksanakan perintah atau himbauan tersebut sesuai dengan edaran dari pemerintah pusat dan pemerintah kota serta maklumat Kepala Kepolisian Republik Indonesia.

Anggota SATPOL PP Kota Palangka Raya menempel maklumat KAPOLRI di salah satu dinding rumah warga di Kelurahan Pahandut (Dok.Pol PP/2020).

Kurangnya kesadaran masyarakat ini terbukti dilapangan, seperti: masih banyak yang berkumpul duduk nongkrong di luar rumah, banyak pengendara kendaraan baik itu roda dua maupun roda empat yang tidak menggunakan masker dan fasilitas olahraga seperti GOR Bulutangkis yang baru tadi malam dirazia petugas karena menyalahi aturan yang diberlakukan oleh pemerintah Kota Palangka Raya (Jum’at/01/05/2020) pukul 21.30 WIB.

Petugas gabungan saat membubarkan massa yang bermain bulutangkis di Gedung Olah Raga (GOR) di jalan Menteng VI (Dok.Pol PP/2020).

Selain melakukan sosialisasi dan pengawasan, satgas terpadu ini juga mendirikan dan berjaga di posko check point di 8 (delapan) kelurahan yang termasuk dalam zona merah, yaitu : Kelurahan Bukit Tunggal, Palangka, Menteng, Langkai, Panarung, Pahandut, Kereng Bangkirai dan Kelurahan Sabaru. Tujuannya pembatasan sosial berskala kelurahan ( PSBK ) ini guna mempersempit ruang gerak dari warga untuk berpergian keluar rumah.

Anggota SATPOL PP Kota Palangka Raya yang bertugas di posko check point di Kelurahan Bukit Tunggal (Dok. Pol PP/2020).

Komentar