Breaking News

AKSI PENOLAKAN OMNIBUS LAW UU CIPTA KERJA BUBAR KARENA MENOLAK RAPID TEST

Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa menolak pengesahan Omnibus law Undang Undang Cipta Kerja ke depan gedung DPRD Prov. Kalimantan Tengah batal dilaksanakan karena sebagian besar mahasiswa menolak untuk menjalankan rapid test (kamis/22/10/2020).

Sebelum melaksanakan aksi, para pengunjuk rasa berkumpul di halaman gedung KONI Prov. Kalimantan Tengah untuk dilakukan rapid test oleh BIDDOKKES POLDA KALTENG sesuai protokol kesehatan. Dari total 25 orang pengunjuk rasa hanya 2 orang saja yang bersedia di rapid test, sisanya bersikeras tidak mau di rapid test dan memilih membubarkan diri kembali ke BEM UNPAR.

2 (dua) orang mahasiswa yang bersedia di rapid test oleh BIDDOKKES POLDA KALTENG ( Dok Pol PP/2020)

Aksi unjuk rasa penolakan pengesahan Omnibus Law  Undang Undang Cipta kerja sebelumnya pernah dilakukan mahasiswa yaitu tanggal 12 dan tanggal 15 Oktober 2020 di depan gedung DPRD Provinsi Kalimantan Tengah yang mana isi tuntutannya adalah sebagai berikut :

  1. Menuntut kepada Pimpinan DPRD Prov. Kalimantan Tengah untuk menyatakan sikap untuk menolak pengesahan UU Cipta Kerja
  2. Meminta kepada DPRD Prov. Kalimantan Tengah untuk menyampaikan kepada Presiden RI agar menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang (PERPPU) untuk mencabut Undang Undang Cipta Lapangan Kerja yang sudah kadung (terlanjur) disahkan oleh DPR RI.

Aksi unjuk rasa mahasiswa menolak pengesahan omnibus low di depan gedung DPRD Prov. Kalimantan Tengah (Dok. Pol PP/2020)

 

 

Komentar